Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik ke Laut Jepang Pasca Kunjungan Pejabat Pentagon di Seoul

C&R TV, Tokyo – Korea Utara kembali memicu ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur melalui peluncuran dua rudal balistik pada Selasa malam. Proyektil tersebut ditembakkan tepat menuju arah perairan Laut Jepang.

Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pertahanan mengonfirmasi telah mendeteksi keberadaan objek militer yang meluncur dari wilayah kedaulatan Pyongyang. Armada Penjaga Pantai memastikan kedua rudal balistik itu telah jatuh ke laut.

Langkah provokatif ini dilakukan hanya berselang sehari setelah kunjungan pejabat tinggi Pentagon ke Korea Selatan. Situasi di Semenanjung Korea kini kembali berada dalam pengawasan ketat otoritas keamanan internasional.

Respon Militer Jepang dan Korea Selatan

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa proyektil tersebut mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif milik Negeri Sakura. Otoritas maritim memastikan tidak ada kerusakan pada kapal maupun aset ekonomi di perairan tersebut.

Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan turut mendeteksi peluncuran proyektil yang mengarah ke Laut Timur. Pihak Seoul kini terus meningkatkan status kewaspadaan terhadap setiap pergerakan militer di wilayah utara.

Uji coba ini tercatat sebagai peluncuran senjata strategis kedua yang dilakukan rezim tersebut sepanjang bulan ini. Intensitas aktivitas militer ini dianggap sebagai bentuk unjuk kekuatan terhadap aliansi musuh bebuyutannya.

Aksi militer tersebut dilakukan saat hubungan antara Washington dan Seoul semakin solid pasca pertemuan diplomatik. Kehadiran pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat sebelumnya memang memicu reaksi keras dari pihak lawan.

Pemerintah Tokyo mengecam keras peluncuran tersebut karena dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Koordinasi trilateral antara Jepang, Amerika, dan Korea Selatan kini semakin diperkuat menghadapi ancaman.

Ambisi Persenjataan dan Penguatan Industri Militer

Kim Jong Un sebelumnya telah memerintahkan perluasan serta modernisasi produksi rudal di dalam negeri secara masif. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan serangan presisi guna menghadapi tekanan militer blok Barat.

Para analis militer menduga rangkaian uji coba ini bertujuan menguji kualitas senjata sebelum potensi ekspor. Pyongyang dikabarkan semakin erat menjalin hubungan kerja sama strategis dengan pihak Rusia baru-baru ini.

Peluncuran ini juga terjadi menjelang pelaksanaan kongres penting partai berkuasa yang digelar lima tahun sekali. Pertemuan besar tersebut diprediksi akan menetapkan arah kebijakan strategis pertahanan nasional untuk masa depan.

Modernisasi sistem persenjataan tetap menjadi prioritas utama pemerintah demi menjaga kedaulatan rezim dari ancaman luar. Fokus pembangunan kekuatan tempur ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.

Situasi keamanan regional kini semakin tidak menentu seiring dengan peningkatan kapasitas tempur di Asia Timur. Dunia internasional mendesak penghentian uji coba guna menjaga stabilitas perdamaian di kawasan Pasifik.

Leave a Comment